Sentra Peternakan & Penjualan Ternak Bebek (Pedaging, Petelur, DOD)

Jika anda berminat untuk memesan silahkan hubungi kami di 085284054803

Jl. Pelita 1 No.26 Desa Bulukarto Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu Provinsi Lampung

Nikmatnya Telur Asin, Mau?

Senin, 10 September 2012 | komentar

Gambar Telur Asin
Telur Asin
Telur Asin - Telur merupakan hasil utama dari sebuah peternakan itik petelur. Sebagai produk utama maka peternak dituntut untuk hati-hati agar produksi yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan harga yang menguntungkan. Sebagian peternak melakukan penjualan telur secara langsung setelah telur dipanen, sebagian lagi melakukan pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jual telur itik salah satu yang paling umum adalah dengan membuat telur asin.

Pengasinan / membuat telur asin sebenarnya merupakan salah satu cara pengawetan telur, tetapi mempunyai nilai tambah dalam hal rasa dan meningkatkan nilai jual telur itik.


Berikut ini beberapa manfaat pengasinan telur itik :


  • Nilai gizi telur dapat dipertahankan dalam waktu yang relatif lebih lama
  • Nilai jual telur dapat ditingkatkan
  • Praktis dalam di buat hidangan, tinggal direbus saja

Telur itik yang akan di asinkan memliki beberapa persyaratan :


  • Telur masih segar dan baru.
  • Telur harus bersih dari kotoran.
  • Kulit telur masih utuh dan tidak retak.
  • Sebelum diasin telur sebaiknya diampelas untuk memudahkan proses pengasinan. Pengampelasan bertujuan agar pori-pori kulit telur lebih terbuka sehingga rasa asin bisa lebih mudah meresap dalam telur.

 Bahan dasar unutuk membuat telur asin selain telur itik sendiri adalah garam, ada beberapa cara membuat telur asin dengan beberapa bahan tambahan nya :



Pengasinan dengan larutan garam

Telur direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 30-50% selama 2 minggu. Setelah 2 minggu telur bisa di panen dan bisa langsung direbus dan dapat dijadikan lauk makan keluarga atau siap dipasarkan dengan dikemas sedemikian rupa sehingga lebih menarik.

Pengasinan dengan tambahan serbuk batu bata

  1. Siapkan telur asin mentah yang ingin diasinkan.
  2. Masukkan serbuk batu-bata atau abu gosok pada wadah pengadonan.
  3. Berilah air secukupnyaTaburkan garam secukupnya, sesuai selera. Semakin banyak garam, telur akan lebih awet.Aduklah hingga rata, jangan terlalu kental atau cair.
  4. Setelah adonan selesai, bungkuslah satu persatu telur asin dengan adonan tersebut, lalu masukkan ke tempat penyimpanan.
  5. Setelah disimpan selama 7-10 hari, kupaslah secara perlahan serbuk batu-bata yang menempel pada telur. Jangan lupa telur asin dicuci terlebih dahulu.
  6. Rebus/kukus telur asin hingga matangTelur asin siap disajikan.
  7. Jika hendak diedarkan ke para pelanggan, telur asin perlu dikemas dengan rapi. Pelabelan telur asin dengan cap tidak mempengaruhi rasa yang terkandung.

Demikian seputar telur asin semoga bermanfaat bagi anda sekalian.

Sentra Bebek Pedaging

| komentar

sentra bebek pedaging
bebek pedaging
Kami sebagai sentra bebek pedaging dan petelur menyediakan  bebek pedaging siap potong dengan kualitas terjamin. Kami juga menyediakan bibit (DOD) bagi anda yang ingin beternak seperti kami. Berikut akan kami berikan langkah-langkah sederhana untuk peternak pemula yang ingin terjun dalam bisnis pembesaran itik pedaging.

Langkah berikut berpedoman pada pola pemeliharaan itik pedaging terutama itik jantan tegal/mojosari dengan system pemeliharaan intensif. Artikel ini masih bersifat gambaran umum langkah pembesaran itik pedaging, sehingga sangat sederhana dan mungkin masih memerlukan keterangan lanjutan. Karena kami ingin berusaha menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca semua sehingga dapat membantu anda untuk menguasai teknik atau cara beternak dengan cepat dan tepat.

Langkah untuk memulai beternak itik jantan potong :


H-30
• Pembuatan kandang bok beserta perlengkapan kandang (tempat pakan, tempat minum, pemanas/brooder)
• Mencari sumber informasi penyedia bibit itik pedaging (DOD) yang terpercaya
• Memperkaya pengetahuan cara beternak itik pedaging dengan banyak membaca buku, mengikuti training, atau konsultasi langsung kepada ahli
• Mencari informasi pengepul/penampung hasil panenan itik pedaging

H-7
• Penyucihamaan kandang dengan desinfektan
• Memastikan untuk memesan DOD itik pedaging kepada produsen, akan tetapi alangkah baiknya kalau anda sudah memesan sebelumnya karena pada saat-saat tertentu biasanya ketersediaan DOD sangat terbatas.

H-2
• Pembelian pakan starter
• Pembelian vitamin (vitachick, vitastress, rhodivit, sorbitol, dan lain sebagainya)
• Pembelian obat dan preparat antibiotika (anti snot, teraphy, teramycin, coccidiostat, dll) sebagai langkah persiapan kalau gejala penyakit datang dengan tiba-tiba.

H-1
• Memeriksa kembali kesiapan kandang bok, pemanas (brooder), jumlah tempat pakan dan minum
• Mempersiapkan bahan (bukan mencampur) seperti gula putih/merah, susu, extrajoss, dsb sebagai minuman khusus untuk DOD yang baru datang apabila anda mendatangkan DOD nya dari tempat lain
H (Kedatangan DOD)
• Penanganan DOD apabila didatangkan dari tempat lain seperti pemberian air minum yang dicampur dengan gula (gula pasir/merah), susu, minuman elektrolit dan lain sebagainya
• Seleksi dan pemisahan bibit (terlihat sakit, omphalitis, agak kerdil, dll)
• Mengganti air gula atau lainnya (ketika DOD datang) ½ – 1 jam kemudian dengan air minum biasa atau bisa juga ditambahkan vitamin untuk merangsang nafsu makan DOD
• Pemberian pakan (bentuk tepung lebih bagus) ½ – 1 jam setelah air gulan diganti dengan jumlah sedikit demi sedikit terlebih dulu akan tetapi frekuensinya lebih sering
• Mengurangi jumlah tempat air minum pada malam hari dan kalau anda menggunakan wadah minum berbentuk cekungan maka sebaiknya cekungan tersebut diisi batu kerikil atau kelereng.

H+1 sampai H+14
• Pemberian pakan starter bentuk tepung dengan frekuensi bisa sampai 5x dalam sehari. Pakan dicampur dengan sedikit air agar mudah ditelan
• Air minum selalu tersedia
• Membersihkan kandang (sanitasi)
• Melepas pemanas atau mengurangi panas pada hari H+14 apabila kondisi anak itik sudah kuat untuk menahan hawa dingin. Apabila dirasa belum kuat pemanas bisa diteruskan sampai hari H+20 akan tetapi suhu/watt lampu perlu diturunkan
• Pembelian pakan grower dan bahan pakan alternatif

H+14 sampai H+20
• Pemberian pakan grower yang dicampur dengan pakan alternative lainnya dengan frekuensi bisa sampai 3x dalam sehari. Pakan dicampur dengan sedikit air (tidak sampai berair)
• Air minum selalu tersedia
• Membersihkan kandang (sanitasi)
• Pemberian obat anti stress pada H+20 apabila itik akan dipindah ke kandang ren/postal

H+21 sampai H+30
• Pindah ke kandang yang lebih besar
• Melepas pemanas apabila pada H+14 belum di lakukan
• Sama dengan manajemen pemeliharaan H+20
• Penambahan obat anti stress pada H+21 apabila efek stress masih terlihat
• Penambahan sekam, jerami atau bahan alas (litter) lainnya sebagai tempat tidur itik dan agar kondisi kandang tidak terlalu lembab dan berdebu

H+31 sampai H+35
• Seleksi itik yang memenuhi kriteria sudah layak jual (berat 1-1,3kg)
• Mengundang calon pembeli atau mencari pembeli lain untuk bahan perbandingan harga. Hal ini tidak berlaku bagi peternak yang sudah melakukan kontrak harga sebelumnya
• Manajemen pemeliharaan harian tetap berlangsung

H+36 sampai panen
• Penjualan itik siap potong
• Pengosongan kandang

Setelah panen

• Membersihkan kandang dan peralatan kandang
• Mengurai/membongkar bahan alas kandang atau menggantinya
• Kandang diistirahatkan total
• Penyucihamaan kandang dengan desinfektan dan apabila berencana memasukkan DOD untuk tahap II maka langsung kembali ke langkah H-7. *(SP.t)

Demikian sekilas tentang bebek pedaging, semoga bermanfaat. Kami tunggu pemesananya jika anda berminat membeli bebek siap potong atau DOD. Atau datang langsung ke peternakan kami. Terimakasih.

Tips dan Cara Bagaimana Menetaskan (Penetasan) Telur Bebek/Itik

Selasa, 31 Juli 2012 | komentar (1)

Berikut cara dan tips bagaimana menetaskan telur itik atau bebek. Sebenarnya tata cara penetasan telur itik hampir sama dengan tata cara penetasan telur ayam. Perbedaan yang mencolok hanyalah  masalah waktu atau lama hari penetasan. Telur itik membutuhkan waktu sekitar 28 hari sedangkan telur ayam hanya butuh waktu sekitar 21 hari.Berikut akan kami sajikan pengetahuan kami perihal tata cara penetasan telur itik meskipun kami bukanlah yang terbaik dalam hal ini. Mudah-mudahan yang kami berikan ini membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin.Persiapan telur.

  1. Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik
  2. Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang
  3. Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis

Persiapan mesin tetas

  • Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli. caranya adalah dengan menggunakan KMNO4 dan formalin. Masukkan wadah pada mesin tetas. Tuang KMNO4 pada wadah setelah itu campur dengan formalin. Setelah itu tutup mesin tetas dan lubang ventilasi. Fumigasi berlangsung selama 30 menit atau 1 jam. Telur jangan dimasukkan dulu. Takaran untuk formalin 2 kali lipat dari KMNO4
  • Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
  • Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
  • Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah)
Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya.  Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :

Hari ke-1

  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat.
  • Ventilasi ditutup rapat
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-2

  • Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-3

  • Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
  • Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap argar bayangan telur nampak lebih jelas.
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-4

  • Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3
  • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C)

Hari ke-5

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ½ bagian
  • Kontrol suhu antara (37.8-38,8°C)

Hari ke-6

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ¾ bagian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-7

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas
  • Ventilasi dibuka seluruhnya

Hari ke-8 sampai ke-13

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-14

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telr fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas

Hari ke 15 sampai ke-20

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-21

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati. Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua
  • Kontrol suhu antara (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-22 sampai ke-25

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu antara  (37,8-38,8°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-26 sampai ke-27

  • Pembalikan telur dihentikan
  • Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang paling halus)
  • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari

Hari ke-28

  • Telur-telur sudah banyak yang menetas
  • Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar
  • Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering seluruhnya
  • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
  • Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.               
  • Catatan tambahan : hendaklah melakukan pendinginan telur minimal 2 kali sehari karena kalau melihat prilaku unggas yang mengerami telurnya maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian masuk ke tempat pengeraman kembali dan begitu seterusnya dan kalau diperhatikan hal tersebut kadang dilakukan setiap hari. 

Sentra Penjualan Bebek, Telur, DOD

Sabtu, 14 April 2012 | komentar


Kami salah satu sentra peternakan bebek di daerah lampung, melayani pembelian/penjualan bebek, telur dan DOD. Peternakan kami terletak di daerah lampung tepatnya di daerah Pringsewu Lampung, berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan seputar peternakan bebek atau itik. Kami melayani baik di daerah seputar lampung maupun luar lampung.

Untuk pemesanan bisa melalui sms, telepon         (HP : 085284054803 ) atau akan lebih baiknya datang langsung ke alamat kami di jl. Pelita 1 No.26 Desa Bulukarto Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu Lampung.



Usaha Peternakan Bebek

Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (1-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek tegal memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 10 bulan tiap periode bertelur selama 3 periode dengan sistem pemeliharaan sistem intensif..

Pemeliharaan bebek pejantan untuk di potong/ pedaging tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

Tips Bagaimana Cara Membuat Kandang Bebek/Itik Yang Baik

Senin, 19 Maret 2012 | komentar


Berikut cara membuat kandang bebek/itik yang baik agar beternak itik/bebek bisa maksimal hasilnya. Secara umum kandang bebek terbagi pada 3 jenis yaitu :
  1. kandang anak bebek (DOD).
  2. Lalu kandang untuk bebek Dara.
  3. Kandang untuk bebek masa bertelur.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan melakukan pembuatan kandang bebek, yaitu :
  • Kandang bebek tidak harus seperti pada gambar diatas, kandang bebek bisa lebih menyesuaikan dengan luas tanah dan kontur tanah serta juga menyesuaikan dengan bangunan yang telah ada, tetapi yang paling penting yang harus diperhatikan adalah beberapa hal sebagai berikut : 
  • Bebek memerlukan kandang yang nyaman yaitu lantai kandang harus rata dan kering, dinding kandang harus bisa melindungi bebek dari hewan lain yang ditakuti seperti anjing dan juga dinding kandang harus bisa memperlancar sirkulasi udara, serta atap kandang harus bisa melindungi bebek dari panas matahari dan hujan dan juga tinggi kandang harus nyaman untuk bebek dan memudahkan kita juga yang merawat bebek.
  • Suhu didalam kandang bebek tidak panas, sekitar 27° – 30° celcius. Caranya dengan membuat kandang membujur kearah timur – barat.
  • Bebek memerlukan ruang gerak yang cukup, ini dikarenakan bebek mempunyai kebiasaan makan dan minum secara bergantian sehingga perlu ruang gerak yag cukup tidak terlalu sempit dan juga tidak terlalu besar.

  • Sirkulasi udara haruslah lancar, sehingga kandang tidak lembab atau bisa lebih kering, selain dari sinar matahari dan juga dari sirkulasi udara yang lancar.
  • Kandang memiliki penerangan yang cukup.
  • Pembersihan kandang dan alat-alat kandang harus dilakukan sebelum bebek masuk, seperti penyemprotan desinfektan, pengapuran dll agar bebek aman dari serangan penyakit.
  • Kandang harus tinggi, sekitar 2-3 m agar dalam bekerja dapat berdiri. Dan mempermudah udara serta sinar matahari bisa masuk dan menyinari kandang.

Bagaimana Cara Membedakan Jenis Kelamin Pada DOD Bebek/Itik

| komentar


Berikut tips bagaimana cara membedakan jenis kelamin pada DOD bebek/itik? ada tiga cara sederhana yang biasa digunakan untuk dapat membedakan mana anak bebek jantan dan mana anak bebek yang betina yaitu dengan cara teknik voice sexing, bend sexing dan hand sexing. Mari kita bahas satu-satu mengenai 3 cara diatas yaitu :



1. Hand Sexing
Hand sexing adalah cara membedakan DOD bebek jantan atau betina dengan cara memegang dan melihat bagian anus / dubur / kloaka bebek. Pegang anak bebek dengan tangan kiri dengan bagian punggung ke arah bawah serta tangan kanan membuka dubur. Jika ada tonjolan runcing warna putih seperti akar kecambah maka itu jantan, sedangkan apabila tidak ada maka betina.
Dari ketiga cara diatas, dapat digunakan oleh teman – teman secara sekaligus untuk dapat membedakan DOD bebek jantan atau betina. Sedangkan untuk tingkat akurasi, metode hand sexing biasanya mempunyai tingkat akurasi yang tinggi.


2. Bend Sexing
Bend sexing adalah cara membedakan DOD bebek jantan atau betina dengan cara melihat gerak-gerik bebek. Yang jantan kepala lebih besar, badan lebih besar, warna bulu gelap, gerakan lebih tenang, bulu kepala kasar panjang, paruh runcing gelap melengkung, sedangkan untuk betina kebalikannya dari ciri – ciri anak bebek jantan.



3. Voice Sexing
Voice sexing adalah cara membedakan DOD bebek jantan atau betina dengan cara mendengar suaranya. Pegang anak bebek dan tekan bagian pangkal leher di dekat tembolok. Jika suara serak maka jantan dan jika melengking nyaring itu bebek betina. Bagi yang membutuhkan DOD bebek silahkan hubungi kami

Prospek Peternakan Bebek Cukup Menjanjikan Solusi Masa Pensiun

Senin, 12 Maret 2012 | komentar

Bisnis budidaya / peternakan bebek (itik) memiliki prospek yang cukup menjanjikan dan dapat menunjang masa tua atau pensiun. Ini dikarenakan permintaan yang makin tinggi dari masyarakat untuk konsumsi telur dan daging bebek (itik). Menurut data statistik dirjen peternakan 2010 populasi 42,090jt Menghabiskan sekitar 216,7ton daging & 216.701.000 ton telur. 


Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Ternak bebek / itik disebut juga sebagai unggas air, karena sebagian kehidupannya dilakukan di tempat yang berair. Hal ini ditunjukkan dari struktur fisik seperti selaput jari dan paruh yang lebar dan panjang. Selain bentuk fisik dapat juga dilihat bahwa keberadaannya di muka bumi ini, dimana  itik kebanyakan populasinya berada di daerah dataran rendah, yang banyak dijumpai di rawa-rawa, persawahan, muara sungai. Daerah-daerah seperti ini dimanfaatkan oleh itik menjadi tempat bermain dan mencari makan.


Sebelum program intensifikasi pertanian menjadi program nasional,
pemeliharaan itik secara tradisional  atau dengan digembala memang sangat menunjang konsep pengendalian hama pertanian secara terpadu. Itik umumnya mencari makan di permukaan sawah dan sekitar batang/rumpun pada batang padi. Namun sejak penggunaan obat-obatan pembasmi hama pertanian makin intensif dan adakalanya dosisnya berlebihan, kasus keracunan itik sering menimbulkan konflik sosial. Pemeliharaan itik secara tradisional makin mengandung resiko besar.

Melihat gambaran ini, mengubah kebiasaan cara pemeliharaan dari cara tradisional ke arah pemeliharaan intensif memang perlu, sebab bagai manapun juga mempertahankan pemeliharaan tradisional dimasa mendatang tidak bisa diharapkan. Hal ini disebabkan pertama, makanan itik disawah atau dihabitatnya makin langka akibat penggunaan obat-obatan pembasmi  hama; kedua, tingkat produktifitas itik yang dipelihara secara tradisional makin kurang nilai ekonominya, hanya bekisar antara 10-41% atau rata-rata 22,5% (lebih kurang 80 butir telur setahun). Hal ini menuntut para ilmiawan untuk memperkenalkan metode baru dalam mengelola

ternak itik.

Balai Penelitian Ternak (BPT) Ciawi Bogor memperkenalkan alternatif pemeliharaan ternak itik secara terkurung. Ternyata dengan percobaan-percobaan yang telah dilakukan, ternak itik dapat berkembang dan berproduksi sama bahkan dapat melebihi dari hasil pemeliharaan berpindah-pindah (tradisional). Tentu saja tehnik pemeliharaan secara terkurung menuntut berbagai disiplin ilmu dan teknologi yang perlu diterapkan oleh peternak. Namun sebenarnya tuntutan tersebut tidaklah merugikan peternak, malahan akan memberikan hasil yang baik.

Melaksanakan “Sapta Peternakan” peternak akan dapat memperoleh hasil yang optimal. Sapta Peternakan itu adalah :
1. Tepat bibit
2. Tepat makanan (pakan)
3. Tepat perkandangan
4. Tepat kontrol penyakit
5. Tepat pasca panen
6. Tepat pemasaran
7. Tepat pengelolaan

Analisa bisnis usaha penetasan telur

Berikut ini analisa bisnis usaha penetasan telur itik atau bebek, meskipun ini adalah hitung-hitungan kasar tetapi bisa dipergunakan untuk menganalisa gambaran usaha penetasan telur itik ini. Diasumsikan kita akan menetaskan telur itik sejumlah 100 butir. Telur itik akan menetas dalam waktu 28 hari.

Biaya Yang dikeluarkan:

100 butir telur                  @Rp 1800    = Rp 180.000
Listrik 28 Hari                                       = Rp 30.000
Operasional                                           = Rp 30.000
Total Pengeluaran                                = Rp 240.000
Hasil Yang diperoleh:
DOD Menetas diasumsikan 75% atau 75 ekor anakan itik (DOD) dari 75 ekor tersebut 38 Betina dan 37 Jantan.

38 ekor DOD Betina                     @Rp 8500              = Rp 323.000
37 ekor DOD Jantan                     @Rp 5500              = Rp 203.500
Total hasil                                                                    = Rp 526.500
Keuntungan yang diperoleh dari 100 butir telur itik selama sebulan Rp 526.500 – 240.000 = Rp 286.500, Jika jumlah telur yang dierami 1000 butir keuntungan yang bisa diperoleh juga 10 kali lipat dari itu yaitu Rp. 2.860.000. Begitulah kiranya sekilas prospek peternakan bebek yang begitu menjanjikan. Apalagi di lakukan secara intensif dan profesional hasilnya pasti lebih memuaskan.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bebek Sumatera - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger